LATIHAN 2 INFOFRAFIS

Komang Aditya Putra Buana Arta - 2102071016

Perancangan Infografi Rangkaian Upacara Hari Raya Galungan dan Kuningan

 

 

PENGERTIAN HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN

Hari raya Galungan diperingati oleh umat Hindu untuk menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang tenang. Sedangkan hari raya Kuningan adalah untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan tutunan lahir batin kepada Dewa, Bhatara, dan para Pitara, atau juga bisa di sebut hari raya Galungan dan Kuningan adalah hari raya untuk merayakan kemenangan dharma atau kebenaran melawan adharma atau kebatilan.

 

1.  Tumpek Wariga

Tumpek Pengarah.atauKliwon Wuku Wariga. Tumpek Wariga disebut juga Tumpek Bubuh, atau Tumpek Pengatag, Tumpek Wariga jatuh pada 25 hari sebelumnya Galungan, tepatnya pada Sabtu atau Saniscara

 

2.  Sugihan Bali

BhuanapenyucianharisebagaiBaliSugihan penyucian/pembersihan diri.

 

3.  Hari Penyekeban

agama. Pahing wuku Dungulan. Hari Penyekeban memiliki makna filosofis, yaitu "nyekeb indriya"

 

4.  Hari Penyajan

Penyajan sendiri berasal dari kata ' saja' dalam bahasa Bali yang berarti 'benar& #39; atau 'serius'. Hari Penyajian jatuh setiap Senin Pon wuku Dungulan.

 

olehdigodaumat akanPenyajanharipadakepercayaan, Menurutmendatang.Galungan raya


Galungan.Hindu untuk melangkah lebih dekat menuju umat

 

5.  Hari Penampahan

dan penyembelihan babi.penjor wuku Dungulan. Pada Hari Penampahan ini, umat Hindu akan disibukkan dengan pembuatan

 

Penjor merupakan bentuk ucapan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugrah yang diterima selama ini. Penjor dibuat dari batang bambu melengkung yang diisi hiasan sedemikian rupa.

 

Pada Hari Penampahan umat Hindu juga akan menyembelih babi yang dagingnyadalam diri manusia.adayangkebinatangansebagai pelengkap upacara yang memiliki makna simbolis membunuh semua nafsu digunakan

 

leluhur masyarakat yangmasing-masing -masing-masing.rumahnyadimereka"menyinggahi"kepadaditujukkanyang keturunannya yang ada di dunia. Sehingga, juga membuat suguhan khusus yang

 

6.  Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan jatuh pada Saniscara Pon Wuku Dungulan. PadaPura.danPanti,Merajan,dipersembahyanganmelaksanakanakanHinduumatseluruh Hari Raya Galungan,

 

setra.kaitu dikenal dengan istilah mamunjungTradisi (mapendem/dikubur), maka umat tersebut wajib untuk membawakan banten ke kuburan.

 

7.  Hari Umanis Galungan

Hari Umanis Galungan jatuh pada hari Kamis atau Wraspati Umanis wuku Dungulan. Padamengunjungi sanak saudara.dan salingSanti hari ini, umat Hindu akan melakukan persembahyangan dan dilanjutkan dengan Dharma


Sementara itu, anak-anak akan melakukan tradisi Nglawang. Nglawang merupakan tradisipositif.auramendatangkandan segala auramengusirdapatdipercayaNgelawang yang dilakukan anak-anak dengan menari barong disertai gamelan. Tradisi

 

8.  Hari Pemaridan Guru

Hari Pemaridan Guru dilaksanakan pada padaWidhi Wasa.HyangMenyanyi Idabermakna'guru'sedangkanberasal dari kata 'Memarid' yang artinya dengan 'ngelungsur' atau 'nyurud' (memohon),GuruGalungan. PemaridanwukuPon Sabtu

 

Jadi, Hari Pemaridan Guru ini dimaknai sebagai hari untuk nyurud atau ngelungsurGuru.Siwa waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai Sang Hyang

 

9.  Ulihan

kahyangan dengan meninggalkan berkat dan anugrah-Nya.ke atau 'kembali'. Hari Ulihan ini dimaknai sebagai hari kembalinya para dewata-dewati/leluhur

 

10.  Hari Pemacekan Agung

Hari Pemacekan Agung jatuh pada hari Galungan.perayaanselamasegala godaan atasmanusiaumatimanketeguhan dari kata 'pacek' yang artinya 'tekek' atau 'tegar'. Sehingga, Hari Pemacekan Agung adalahberakarKata 'pemacekan'Kuningan.

 

11.  Hari Kuningan

Hari Kuninangan jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Kuningan. Warna kuning yangmemiliki< /span> kesejahteraan.dankeberhasilan,kebahagiaan,maknaKuninganhari rayadengan identik

 

Pada Hari Kuningan, persembahyangan harus sudah selesai sebelum pukul 12.00 atau tengaiKahyangan.luar waktu itu hanya akan diterima Bhuta Kala karena para Dewata telah kembali ke tepet. Umat ​​Hindu meyakini bahwa persembahan dan persembahyangan yang dilakukan di

 

KolemWisnu.Dewasenjatasimbolmerupakanmenyerupai cakra endong. Tamiang yang


berperangmelawan adharma.katikadan LeluhurDewataparaolehdipakaiyang perbekalan

 

12.  Hari Pegatwakan

Pegatwakan jatuh pada hari Rabu Kliwon wuku Pahang, yaitu satu bulan setelah Galungan. HariKuningan.danGalungandari perayaanterakhiradalah rangkaianini pegatwakan

 

ditanam di pekarangan rumah.abunyadandibakar penjor yang telah dipasang sejak hari penampahan Galungan. Setelah dicabut, penjor tersebut

 


 

Comments

Popular posts from this blog

Latihan 5